1. Mengapa saya diuji?
Q.S. Al-Ankabut: 2-3
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan begitu (saja) mengatakan: “Kami telah beriman,” sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya ALLah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.”
2. Mengapa saya tidak mendapatkan apa yang saya inginkan?
Q.S. Al-Baqarah: 216
“Diwajibkan atas kamu berperang padahal berperang itu adalah sesuatu yang sangat kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; ALLAH mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.”
3. Mengapa saya diberikan ujian seberat ini?
Q.S. Al-Baqarah: 286
“ALLAH tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapatkan pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, Janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkau penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”
4. Bagaimana jika saya merasa frustasi terhadap ujian yang saya alami?
Q.S. Ali-Imran: 139
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.”
5. Bagaimana saya harus menghadapi ujian ini?
Q.S. Al-Baqarah: 4
“Dan mintalah pertolongan (kepada ALLAH) dengan sabar dan sholat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.”
Q.S. Ali-Imran: 200
“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada ALLAH supaya kamu beruntung.”
6. Kepada siapakah saya berharap?
Q.S. At-Taubah: 129
“Jika mereka berpaling dari keimanan, maka katakanlah: “Cukuplah ALLAH bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki Arsy Yang Agung.”
7. Apa yang akan saya dapatkan dari semua ini?
Q.S. At-Taubah: 111-112
“Sesungguhnya ALLAH telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga kepada mereka. Mereka berperang pada jalan ALLAH; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari ALLAH di dalam Taurot, Injil, dan Al-Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada ALLAH? Maka bergembiralah dengan jual-beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang beribadat, yang memuji (ALLAH), yang melawat, yang ruku’, yang sujud, yang menyuruh berbuat ayng ma’ruf dan mencegah berbuat mungkar, dan yang memelihara hokum-hukum ALLAH. Dan gembirakanlah orang-orang mukmin itu.”
8. Bagaimana jika saya ragu pada pilihan agama saya?
Q.S. Ali-Imran: 19
“Sesungguhnya agama (yang diridhoi) disisi ALLAH hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al-Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena (kedengkian) yang ada diantara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat ALLAH, maka sesungguhnya ALLAH sangat cepat hisabnya.”
Q.S. Ali-Imran: 85
“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripada-Nya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.”
9. Bagaimana jika saya sudah tidak tahan lagi?
Q.S. An-Nisa’: 125
“Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada ALLAH sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan dia mengikuti agama brahim yang lurus? Dan ALLAH mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya.”
10. Bagaimana jika saya bingung masalah politik?
Q.S. An-Nisa’: 59
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah ALLAH dan taatilah Rasul(Nya), dan ulil amri diantara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada ALLAH (Al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada ALLAH dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”
saya salut dengan usaha ukhti, teruskan perjuangan ukhti fitri, sesunguhnya seperti dirimu lah yang dicari-dicari pintar akal dan pintar pula dalam mengaji, sekecil apapun usaha mu dalam membela danmemperjuangkan Agama Islam pasti ada ganjarannya, salam sukses selalu dariku
ReplyDelete