Wednesday, December 26, 2012

Poem 1: Taliwang, 220109

Ku terdiam dalam sepi Ku terpuruk dalam sunyi Sendiri .... Namun aku takkan meratap Tak pula larut dalam sesat Apalagi sampai menyalahkan kodrat kan kututup mataku penuh haru Kan kulantunkan ayat-Mu dengan merdu Dan kan kumantapkan iman dalam kalbu Ya ALLAH .... Ya Tuhanku .... Pada-Mulah aku menyeru Pada-Mulah aku mengadu Dengan segala kemuliaan asma-Mu Ya ALLAH .... Yang Maha Pembantu .... Aku berpasrah diri Syukuri nikmat yang kau limpahi Jalani cobaan yang kau beri Aku percaya Ya ALLAH .... Engkaulah sebaik-baik tempat kembali (17.13)

Tuesday, January 4, 2011

Saatnya Menghamba Kepada Allah

Wahai jiwa yang penuh kedamaian
kembalilah kepada Tuhanmu
dengan penuh kepuasan dalam ridho-Nya.
Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku
dan masuklah ke dalam surga-Ku.

(Q.S. Al-Fajr: 27-30)

Dan Allah sangat penyayang
kepada hamba-hamba-Nya.

(Q.S. Ali Imran: 30)

Tidakkah mereka mengetahui
bahwasanya Allah menerima taubat
dari hamba-hamba-Nya.

(Q.S. At-Taubat: 104)

Surga 'Adn yang dijanjikan oleh Tuhan
YAng Maha Pemurah
kepada hamba-hamba-Nya.

(Q.S. Maryam: 61)

Allah melapangkan rezeki
kepada hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya.

(Q.S. Al-Ankabut: 62)

Allah Maha Lembut kepada hamba-hamba-NYa.
Dia memberikan rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya.
Dan Dialah yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa.

(Q.S. As-Syuura: 19)

Sesungguhnya tidak ada seorangpun
di langit dan di bumi
kecuali akan datang kepada Tuhan
Yang Maha Pemurah
selaku seorang hamba.

(Q.S. Maryam: 93)

Sunday, December 26, 2010

Pertanyaan dan Jawaban Ketika Kita Diuji

1. Mengapa saya diuji?
Q.S. Al-Ankabut: 2-3
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan begitu (saja) mengatakan: “Kami telah beriman,” sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya ALLah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.”

2. Mengapa saya tidak mendapatkan apa yang saya inginkan?
Q.S. Al-Baqarah: 216
“Diwajibkan atas kamu berperang padahal berperang itu adalah sesuatu yang sangat kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; ALLAH mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.”

3. Mengapa saya diberikan ujian seberat ini?
Q.S. Al-Baqarah: 286
“ALLAH tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapatkan pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, Janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkau penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”

4. Bagaimana jika saya merasa frustasi terhadap ujian yang saya alami?
Q.S. Ali-Imran: 139
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.”

5. Bagaimana saya harus menghadapi ujian ini?
Q.S. Al-Baqarah: 4
“Dan mintalah pertolongan (kepada ALLAH) dengan sabar dan sholat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.”
Q.S. Ali-Imran: 200
“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada ALLAH supaya kamu beruntung.”

6. Kepada siapakah saya berharap?
Q.S. At-Taubah: 129
“Jika mereka berpaling dari keimanan, maka katakanlah: “Cukuplah ALLAH bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki Arsy Yang Agung.”

7. Apa yang akan saya dapatkan dari semua ini?
Q.S. At-Taubah: 111-112
“Sesungguhnya ALLAH telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga kepada mereka. Mereka berperang pada jalan ALLAH; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari ALLAH di dalam Taurot, Injil, dan Al-Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada ALLAH? Maka bergembiralah dengan jual-beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang beribadat, yang memuji (ALLAH), yang melawat, yang ruku’, yang sujud, yang menyuruh berbuat ayng ma’ruf dan mencegah berbuat mungkar, dan yang memelihara hokum-hukum ALLAH. Dan gembirakanlah orang-orang mukmin itu.”

8. Bagaimana jika saya ragu pada pilihan agama saya?
Q.S. Ali-Imran: 19
“Sesungguhnya agama (yang diridhoi) disisi ALLAH hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al-Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena (kedengkian) yang ada diantara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat ALLAH, maka sesungguhnya ALLAH sangat cepat hisabnya.”
Q.S. Ali-Imran: 85
“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripada-Nya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.”

9. Bagaimana jika saya sudah tidak tahan lagi?
Q.S. An-Nisa’: 125
“Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada ALLAH sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan dia mengikuti agama brahim yang lurus? Dan ALLAH mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya.”

10. Bagaimana jika saya bingung masalah politik?
Q.S. An-Nisa’: 59
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah ALLAH dan taatilah Rasul(Nya), dan ulil amri diantara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada ALLAH (Al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada ALLAH dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”

Thursday, November 18, 2010

BEDAH NAMA "Session 3"

Kali ini ‘bedah nama’ hadir kembali atas permintaan seorang sahabat baru yang tak disangka tak diduga adalah tetangga desa penulis sendiri (maafkanlah karena penulis memang jarang keluar rumah jadi tidak kenal). Beliau adalah seorang mujahid yang tengah menimba ilmu agama demi mencari ridho ALLAH agar kelak berguna bagi agama, orang tua, masyarakat, bangsa, dan negara. Amin…

Please welcome…jeng jeng jeng…akhi AHMAD SHOHIB SETIAWAN.
Mari kita segera menginvestigasi arti dibalik nama beliau. Yuk ya…yuk!!! :-)

AHMAD
Menurut bahasa Arab, kata “AHMAD” memiliki arti terpuji. Adapun menurut agama, kata “AHMAD” mengacu pada nama junjungan kita, Nabi Besar Muhammad SAW. Kedua pengertian tersebut saling berkaitan satu sama lain. Terpuji merupakan sifat-sifat yang baik yang harus dimiliki tiap-tiap muslim, misalnya sifat sabar, jujur, tawadhu’, zuhud, qona’ah, pemaaf, rajin, dermawan, dan masih banyak lagi. Sifat-sifat terpuji tersebut juga banyak disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadist-hadist Rasulullah. Misalnya sifat sabar yang tercantum dalam Q.S.Al-Baqarah:153

ALLAH SWT berfirman:
“Pergunakanlah untuk mencapai tujuanmu kesabaran dan sholat. Sesungguhnya ALLAH selalu membantu orang-orang yang sabar.”(Q.S.Al-Baqarah:153)

Atau sifat tawadhu’ seperti diperintahkan dalam hadist Rasulullah yang diriwayatkan oleh ‘Iyadh bin Himar ra yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Bertawadhu’lah (merendah dirilah) hingga seseorang tidak menyombongkan diri terhadap lainnya dan seseorang tidak menganiaya terhadap lainnya.” Dan masih banyak lagi ayat dan hadist lainnya. Kita sebagai muslim sejati mengakui dan meyakini bahwasanya pada sosok Rasulullahlah bisa kita temukan berbagai sifat terpuji yang patut kita oontoh.

Firman ALLAH dalam Q.S.Al-Ahzab:21
“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah SAW itu suri tauladan yang baik bagimu,.”

SHOHIB
Masih menurut bahasa Arab, “SHOHIB” berarti sahabat. Seorang sahabat lebih dari teman karena dengannyalah kita bisa berbagi suka dan duka, bahkan terkadang kedudukannya bisa lebih dari saudara. Sahabat terbaik adalah seseorang yang bisa mendukung dan mengingatkan kita untuk selalu mendekat kepada yang Esa. Coba kita renungkan bagaimana indahnya persahabatan Rasulullah SAW dengan Abu Bakar as-Shidiq dan Umar bin Khattab yang berlandaskan islam. Bahkan dalam sebuah hadist qudsi ALLAH berfirman,
“Adalah sebuah keniscayaan bagi-KU untuk memberikan kecintaan-KU kepada orang-orang saling mencintai karena Aku dan orang-orang yang bersahabat karena Aku.”

SETIAWAN
Dalam bahasa Indonesia, “SETIAWAN” terdiri dari 2 kata, yaitu setia dan –wan (imbuhan partikel yang berfungsi sebagai kata ganti laki-laki). Jadi kata “SETIAWAN” bisa diartikan sebagai laki-laki yang setia, laki-laki yang teguh pendirian, tidak plin-plan, dan memegang teguh apa yang diyakininya

Jadi kesimpulannya…
Ahmad Shihib Setiawan secara keseluruhan memiliki arti sahabat laki-laki yang setia dan memiliki akhlak terpuji. Abu Hurairah berkata: Rasulullah bersabda,”Orang mukmin yang sempurna iman ialah yang terbaik budi pekertinya.”(HR Tirmidzi)

Akhir kata dengan akhlaknya yang terpuji,insyaALLAH, semoga akhi Ahmad dapat menjadi seorang sahabat yang setia dan dapat menjadi pengingat bagi saudaranya sesama muslim untuk bahu-membahu berjuang di jalan ALLAH dengan jihad fisabilillah dan terus berusaha memperbaiki diri dengan tujuan semata-mata demi mendekatkan diri dan mencari ridho ALLAH SAW. Amin…

Sunday, September 19, 2010

The Power Of Crying

Yesterday, my big brother asked my hand to translate the following statement in Indonesia:

“Yes, those tears. Those somewhat scary male tears.
Power of crying. Nothing’s wrong with crying.”

He said that he took those from the book of business. So, at first I thought that it was related to the fighting of doing business in which it needs hard work that sometimes can drive our tears in reaching the success because of the hindrances . Then now, I get another interpretation about that.

I believe that all people in the whole world certainly have ever cried ( Well, we certainly had ever cried when we was just a little baby, hadn’t we? ). However, everyone has different reasons about why they cry. Maybe someone cries because one gets disease, or breaks with one’s lover, or fails in reaching something, and soon. How so sad! Perhaps someone cries because one get a beautiful surprise, or proposed by one’s couple, or succeeds in making one’s dream, and soon. What a happy moment!

Anyway, the most wonderful reason of crying is when we give our tears for our Great Lord, Allah ~ The one and only. It doesn’t matter whether it is because of fear of Him or love Him very much.

Whosoever is fear to Allah shows that they admit themselves as the weak mankind. They believe that Allah has created and arranged the universe by himself. Noone has the great power, but Him. You no need to be sad when you are fear to Allah. You should be happy because it will keep you not to leave His path. Don’t you know that Allah has prepared His Jannah for such people who fear to Him?

Q.S. Al – Bayyinah : 8
“ Their reward is with God: Garden of Eternity, beneath which rivers flow; they will dwell therein forever; God will pleased with them, and they with Him: all this for such as fear their Lord and cherisher."

If you include to people who love Allah very much, you have to believe that Allah will love you. Loving Allah will drive you to always do what He commands and leave what He prohibits. When you cry because you miss to meet Him soon, you have to know that your tear is not useless. It will bring you to come to His heaven instead.

The True Meaning Of Love ~ An Ukhti Ve’s Opinion ~

A lot of people are still wrong in interpreting the meaning of love. Most of them think the same that love is a romantic and/or sexual relationship between two people. For example, our romantic feeling for our pairs of love. As the result, we just stay focus to express our love for someone with different gender that we like very much. However, love isn’t that simple. It is more universal. It is a strong feeling of deep affection for someone or something. So, it is not only for our girlfriend or boyfriend, but also for our God, family, friends, even for our favourite stuffs.

For moslem especially, love is the pure feeling comes from Ar-Rahiimur-Ra’uuf, the one and only Lord we thank for, ALLAH. He is the owner of love. He gives thy love for every creature he wants to. We have to believe that our love are His and the highest love we ever get are from Him. As the matter of fact, not all His creatures will get His best love. For example, alladzina kafaru min ahlil kitabi wal musrikin ~ everyone who doesn’t believe in Him and gives lie to His path, they will not get any His love. So, how can we get it?

In a hadist qudsi, Allah says,”It is My duty to send My love for someone who gains friends and loves each other because of Me.” Indirectly, the hadist indicates that if we want to get His love, we have to do everything and love someone and/or something because of Allah. Gaining friends because of Allah, looking for knowledge because of Allah, working because of Allah, doing household because of Allah, eating and drinking because of Allah, praying because of Allah…loving our parent, brother and sister, family, friends, teachers, neighbours, people, even loving things in the world, such as animals, plants, mountain, seas, sky, just because of Allah, Al-Khaaliq ~ The Creator.

Unfortuntely, at this time, people such like leaving their belief and choosing to interpret love with its narrow meaning. They think that love of their couple is the most important thing to get. As the result, they are ready to do everything of what their pairs want, even it is prohibited by their belief. Don’t they realize that it is just a passion, not love? Don’t they see that there are a lot of love couples are broken because they hold that naïve love? And if we may listen to our deep heart, we will know that the love of our beloved God is the answer. It is unlimited. It is immortal. He always pours His precious love in every second of His creature’s life he wants to. They are alladzina amanu wa amilush-sholihat ~ everyone who believes in Him and always prays for Him. Besides, in most verses in Holy Qoran are also explained that whosoever can get His love, then they can come to His Jannah easily in the life after. So, such kind of love that we have to reach, guys! The true love for always, not the passion for a moment.

Monday, August 16, 2010

Pengaruh Pengolesan Minyak Kelapa terhadap Pengawetan Telur Ayam

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
Daya simpan telur, khususnya telur ayam, sangat pendek. Oleh karena itu, perlu adanya perlakuan khusus agar telur yang disimpan tetap tahan lama dalam kondisi yang segar. Salah satu upaya untuk memperpanjang kesegaran telur adalah dengan mengawetkannya. Pengawetan telur segar berguna dalam upaya mengatasi saat – saat harga telur tinggi. Untuk itu dicarilah upaya pengawetan telur yang mudah, sederhana, dan irit biaya.
Telur dapat bertahan lama dengan menaruhnya di tempat yang dingin, misalnya dengan menaruhnya di lemari es. Namun, tidak semua masyarakat memiliki lemari es. Apalagi pada musim panas, tentu telur akan sulit bertahan lama. Akibatnya, banyak masyarakat yang kesulitan untuk menjaga telur agar tetap segar.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan dalam latar belakang di atas, adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : bagaimana upaya mengawetkan telur tanpa harus dimasukkan ke dalam lemari es, melalui pemanfaatan bahan – bahan yang bisa dijumpai dalam masyarakat dengan tidak mengeluarkan banyak biaya?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
Penelitian karya ilmiah ini bertujuan untuk mencari upaya lain dalam pengawetan telur, khususnya pada masyarakat yang belum memiliki alat pendingin, seperti lemari es dengan menggunakan bahan – bahan yang bisa dijumpai dalam rumah tangga.
Adapun manfaat penelitian ini adalah dapat membantu masyarakat dalam mengawetkan telur tanpa harus mengeluarkan banyak biaya.

D. Metode Penelitian
Dalam penelitian hingga penyusunan karya ilmiah ini digunakan metode ilmiah berupa kepustakaan dan observasi dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Pengumpulan data kepustakaan dan bahan/alat yang berkaitan dengan objek penelitian
2. Melakukan observasi (pengamatan) untuk mengetahui sampai sejauh mana hasil yang didapat dari uji coba yang dilakukan
3. Melakukan analisis dan kesimpulan dari hasil uji coba
Pada penelitian tersebut variabel bebas atau penyebabnya adalah pengolesan minyak kelapa. Untuk variabel terikat atau akibatnya adalah pengawetan telur ayam segar. Sedangkan variabel kontrolnya adalah telur dibiarkan (tanpa diolesi). Sebagai pembanding digunakan pengolesan telur dengan minyak curah dan air kapur.

D. Hipotesis
Sebelum melaksanakan penelitian, penulis mengambil hipotesis bahwa minyak kelapa lebih efektif digunakan untuk mengawetkan telur dalam waktu lama daripada minyak curah dan air kapur.





BAB II
PEMBAHASAN


A. Tinjauan Pustaka
1. Kualitas Telur
Kualitas telur ditentukan oleh dua faktor, yakni kualitas luarnya berupa kulit cangkang dan isi telur. Kualitas luar ini bisa berupa bentuk, warna, tekstur, keutuhan, dan kebersihan kulit cangkang. Sedangkan yang berkaitan dengan isi telur meliputi kekentalan putih telur, warna dan posisi telur, serta ada tidaknya noda-noda pada putih dan kuning telur.
Dalam kondisi baru, kualitas telur tidak banyak mempengaruhi kualitas bagian dalamnya. Jika telur tersebut dikonsumsi langsung, kualitas telur bagian luar tidak menjadi masalah. Tetapi jika telur tersebut akan disimpan atau diawetkan, maka kualitas kulit telur yang rendah sangat berpengaruh terhadap awetnya telur.
Kualitas isi telur tanpa perlakuan khusus tidak dapat dipertahankan dalam waktu yang lama. Dalam suhu yang tidak sesuai, telur akan mengalami kerusakan setelah disimpan lebih dari dua minggu. Kerusakan ini biasanya ditandai dengan kocaknya isi telur dan bila dipecah isinya tidak mengumpul lagi.
Dari beberapa penelitian yang dilakukan para ahli, misalnya Haryoto (1996), Muhammad Rasyaf (1991), dan Antonius Riyanto (2001), dinyatakan bahwa kerusakan isi telur disebabkan adanya CO2 yang terkandung di dalamnya sudah banyak yang keluar, sehingga derajat keasaman meningkat. Penguapan yang terjadi juga membuat bobot telur menyusut, dan putih telur menjadi lebih encer. Masuknya mikroba ke dalam telur melalui pori-pori kulit telur juga akan merusak isi telur.
Telur segar yang baik ditandai oleh bentuk kulitnya yang bagus, cukup tebal, tidak cacat (retak), warnanya bersih, rongga udara dalam telur kecil, posisi kuning telur di tengah-tengah, dan tidak terdapat bercak atau noda darah.
2. Komposisi Telur
Telur ayam pada umumnya memiliki berat sekitar 50-57 gram perbutirnya, yang terdiri dari 11% bagian kulit telur, 50% bagian putih telur, 31% bagian kuning telur.
Telur adalah sumber protein bermutu tinggi, kaya akan vitamin dan mineral. Protein telur termasuk sempurna, karena mengandung semua jenis asam amino esensial dalam jumlah cukup seimbang. Asam amino esensial sangat dibutuhkan oleh manusia, karena tidak dapat dibuat sendiri oleh tubuh sehingga harus dipenuhi dari makanan yang dimakan.
Telur juga mengandung vitamin A, vitamin B Kompleks, dan vitamin D. Di samping itu telur juga mengandung sejumlah mineral seperti zat besi, fosfor, kalsium, sodium, dan magnesium dalam jumlah yang cukup. Semua unsur ini sangat penting guna meningkatkan pertumbuhan tubuh pada anak-anak dan remaja. Anak balita setiap hari membutuhkan kurang lebih 15 gram protein hewani. Kebutuhan tersebut dapat dipenuhi apabila anak balita mengkonsumsi 2 butir telur ayam perhari. Protein sangat dibutuhkan untuk membangun sel tubuh dan memperbaiki sel tubuh yang rusak. Itulah sebabnya telur sering diberikan kepada anak kecil untuk membantu pertumbuhan badan, dan kepada orang yang dalam proses penyembuhan guna mengganti sel tubuh yang rusak..
Komposisi zat gizi telur ayam dalam 100 gram
1. Kalori (kal) : 162,0
2. Protein (g) : 12,8
3. Lemak (g) :11,5
4. Karbohodrat (g) : 0,7
5. Kalsium (mg) : 54,0
6. Fosfor (mg) : 180,0
7. Besi (mg) : 2,7
8. Vitamin A : 900,0
9. Vitamin B : 0,1
10. Air (g) : 72
Sumber: Direktorat Gizi Departemen Kesehatan RI, 1979
Semua gambaran di atas amat penting dijelaskan, betapa telur memiliki banyak elemen penting yang bermanfaat bagi pertumbuhan dan penggantian sel tubuh manusia.

B. Langkah – Langkah Pengawetan Telur
1. Alat dan Bahan
Pegawetan telur ayam diteliti dengan menggunakan alat dan bahan sebagai berikut:
1. Telur
2. Kapur
3. Kelapa
4. Parutan kelapa
5. Panci
6. Kertas
7. Spidol
8. Saringan kelapa
9. Wajan dan susuk
10. Kompor
11. Minyak tanah
12. Korek api
13. Kuas kecil
14. Air
15. Wadah
16. Minyak curah
2. Cara Kerja
Untuk menilai pengawetan telur ayam dilakukanlah pengujian selama 2 bulan atau 8 minggu dengan melakukan perbandingan untuk menilai kesegaran telur-telur tersebut setelah beberapa hari kemudian. Perbandingan itu dengan cara mengelompokkan telur-telur tersebut ke dalam 4 kelompok, sebagai berikut:
1. Kelompok telur I: Telur diolesi minyak curah
Telur yang akan diawetkan dicuci terlebih dahulu dan dikeringkan. Selanjutnya telur diolesi minyak curah dengan memakai kuas kecil. Setelah itu telur disimpan di tempat kering. Selama disimpan telur diusahakan tidak dipegang atau digoyang-goyang.
2. Kelompok II: Telur diolesi dengan air kapur
Kapur diberi air dan diaduk. Telur yang akan diawetkan dicuci terlebih dahulu. Setelah itu telur diolesi air kapur dengan menggunakan kuas kecil.
Pengawetan dengan air kapur ini sebagai pembanding model pengawetan lainnya, karena kita mengetahui bahwa cangkang telur terdiri dari zat kapur.
3. Kelompok III: Telur diolesi minyak kelapa
Langkah pertama kelapa dikupas dan diparut. Selanjutnya parutannya diremas-remas sambil ditambah air secukupnya. Hasilnya adalah berupa santan. Santan itu kemudian direbus selama kurang lebih 3 jam. Setelah menjadi minyak, pisahkan minyak tersebut dari ampasnya.
Tahap berikutnya ambil telur dan dicuci. Kemudian telur diolesi minyak kelapa dengan menggunakan kuas kecil. Biasanya, 1 liter minyak kelapa bisa digunakan untu mengawetkan telur sekitar 70 kg.
4. Kelompok IV: Telur dibiarkan (tanpa diolesi apa-apa)
Setelah telur dicuci, telur disimpan di tempat kering. Selama proses penyimpanan telur tidak boleh dipegang ataupun digoyang.


C. Analisis Hasil Penelitian

Dari hasil pengamatan diperoleh hasil, bahwa telur ayam yang diolesi minyak kelapa dapat bertahan kesegarannya selama 2 bulan atau 8 minggu. Sedangkan telur yang diolesi minyak curah bagian kuning telur sudah tidak utuh, membusuk, dan berbau.
Untuk telur yang diolesi air kapur, kuning telurnya tidak utuh, busuk, terdapat banyak belatung, dan berbau. Demikian pula pada telur yang dibiarkan (tanpa diolesi) kesegarannya hanya bertahan 1 minggu, setelah itu kuning telurnya sudah tidak utuh, busuk, terdapat banyak belatung, dan berbau.





BAB III
PENUTUP


A. Kesimpulan
Dari hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa cara pengawetan telur ayam segar selain dimasukkan lemari es, dapat pula dilakukan mengolesi telur dengan minyak kelapa. Pengolesan telur ayam dengan minyak kelapa mampu mempertahankan kesegaran telur selama 8 minggu atau 2 bulan.
Pengawetan telur dengan minyak kelapa tidak hanya mampu mempertahankan kesegaran telur, tapi juga mampu mempertahankan keutuhan nilai gizinya. Hal ini amat menguntungkan, karena selain prosesnya mudah juga irit dalam biaya.

B. Saran
Adapun saran yang dapat penulis berikan, antara lain :
1. Dalam membeli telur pilihlah telur yang baik, yaitu telur yang memiliki ukuran dan bentuk yang proporsional
2. Sebelum telur disimpan untuk mempertahankan kesegarannya telur dicuci bersih terlebih dahulu agar tidak terinfeksi bakteri
3. Sebaiknya telur yang diawetkan disimpan dalam rak
4. Masyarakat kiranya perlu mencoba melakukan upaya agar telur tetap dalam keadaan segar dengan cara diolesi minyak kelapa, karena bisa mempertahankan kesegaran telur dengan biaya murah.





DAFTAR PUSTAKA


Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan. 2004. Panduan Lomba Karya Ilmiah Remaja (KIR) Siswa SMP/MTs Se-Kabupaten Pekalongan
Hadi, Sutrisno. 2000. Metodologi Reseach. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Haryoto. 1996. Pengawetan Telur Segar. Yogyakarta: Kanisius.
Rashaf, Muhammad. 1991. Pengelolaan Produksi Telur. Yogyakarta: Kanisius.
Riyanto, Antonius. 2001. Sukseskan Menetaskan Telur Ayam. Jakarta: Andromedia Pustaka